Kolokium Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Rekayasa Industri dalam Rangka Pengembangan Masyarakat

Posted by kolokium kpm ipb pada 22 April 2009

MAKALAH KOLOKIUM

Nama Pemrasaran/NRP : M.Reza Maulana / I34052510

Departemen : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Pembahas : Egi Massardy / I34052453

Dosen Pembimbing/NIP : Ir. Fredian Tonny Nasdian, MS / 131.475.577

Judul Rencana Penelitian : Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Rekayasa Industri dalam Rangka Pengembangan Masyarakat

Tanggal dan Waktu : Selasa, 21 April 2009/ 13.00-14.00 WIB

I. PENDAHULUAN

2.1 Latar Belakang

Setiap perusahaan di Indonesia akan melakukan berbagai kegiatan terencana untuk dapat menjaga eksistensinya dan menjadi Good Bussiness. Salah satunya adalah dengan menerapkan Corporate Sosial Responsibility (CSR). Penerapan CSR merupakan komitmen dunia usaha untuk terus bertindak etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara luas (The World Bussiness Council for Sustainable Development (WBCSD) dalam Wibisono, 2007).

Penerapan CSR di Indonesia semakin meningkat baik dalam kuantitas maupun kualitas. Selain keragaman kegiatan dan pengelolaannya semakin bervariasi, dilihat dari kontribusi finansial, jumlahnya semakin besar. Penelitian PIRAC pada tahun 2001 menunjukkan bahwa dana CSR di Indonesia mencapai lebih dari 115 miliar rupiah atau sekitar 11.5 juta dollar AS dari 180 perusahaan yang dibelanjakan untuk 279 kegiatan sosial yang terekam oleh media massa[1].

Perihal penerapan CSR di Indonesia telah diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan dan keputusan menteri, yaitu UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal LNNo.67 TLN No.4274, UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Mewajibkan CSR merupakan salah satu upaya pemerintah dan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi.

Dalam menerapkan CSR, umumnya perusahaan akan melibatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai objek maupun sebagai subjek program CSR. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah salah satu pihak yang cukup berpengaruh dalam menjaga eksistensi suatu perusahaan. Masyarakat adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kegiatan produksi suatu perusahaan, baik itu dampak positif ataupun negatif. Dampak ini dapat terjadi dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun lingkungan.

PT Rekayasa Industri (PT REKIND) merupakan salah satu perusahaan milik negara (BUMN). PT REKIND bergerak bidang rancang bangun, pengadaan, konstruksi dan uji-coba operasi (EPCC) untuk pabrik-pabrik industri besar di Indonesia. PT REKIND merupakan perusahaan yang berbasis proyek akan banyak berhubungan dengan berbagai pihak/stakeholder dalam menjalankan usahanya. Dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sebagai salah satu stakeholder, PT Rekayasa Industri telah menjalankan beberapa program CSR, diantaranya adalah sunatan masal, bantuan mudik dan fogging di sekitar perusahaan serta program-program CSR lainnya disekitar proyek PT Rekayasa Industri, sebagai contoh di lomba kesenian daerah di sekitar proyek Lahendong-3 Geothermal, program perbaikan jalan dan sunatan masal di wayang windu-2 Geothermal, dan sebagainya. Atas dasar latar belakang diatas, penulis ingin mengetahui dan menganalisis sampai sejauh mana strategi pendekatan dan implementasi CSR telah memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat?

2.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah utama dalam penelitian ini adalah sampai sejauh mana strategi pendekatan dan implementasi CSR PT REKIND telah memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat? Untuk menjawab perumusan masalah utama maka ditarik beberapa pertanyaan spesifik dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana implementasi CSR yang dilakukan oleh PT Rekayasa Industri? (2) Sejauh mana pelaksanaan CSR PT Rekayasa Industri telah berbasiskan pemberdayaan masyarakat ataukah masih sebatas pemberian dari korporasi? (3) Bagaimana dampak yang diperoleh PT Rekayasa Industri dan masyarakat dari pelaksanaan program CSR tersebut?

2.3 Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk menggambarkan sampai sejauh mana strategi pendekatan dan implementasi CSR PT Rekayasa Industri telah memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Adapun tujuan utama tersebut dapat dijawab melalui tujuan penelitian ini, yaitu: (1) Memahami dan mengkaji pengimplementasian CSR yang dilaksanakan oleh PT REKIND; (2) Mengkaji pelaksanaan CSR yang dijalankan oleh PT REKIND apakah telah berbasis pemberdayaan masyarakat atau masih sebatas pemberian dari korporasi; (3) Dampak program CSR yang dilaksanakan bagi PT REKIND dan masyarakat.

2.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang berminat maupun yang terkait dengan masalah CSR, khususnya kepada: (1) Peneliti yang ingin mengkaji lebih jauh mengenai CSR dalam rangka pengembangan masyarakat; (2) Kalangan akademisi, dapat menambah literatur dalam mengkaji CSR; (3) Kalangan non-akademisi, pemerintah dan swasta dapat bermanfaat dalam penerapan CSR diberbagai sektor, khususnya sebuah perusahaan.

II. PENDEKATAN KONSEPTUAL

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Corporate Social Responsibility (CSR)

Wibisono (2007) mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab perusahaan kepada pemangku kepentingan untuk berlaku etis, meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif yang mencakup aspek ekonomi sosial dan lingkungan (triple bottom line) dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sementara Nursahid (2006) mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab moral suatu organisasi bisnis terhadap kelompok yang menjadi stakeholder-nya yang terkena pengaruh baik secara langsung ataupun tidak langsung dari operasi perusahaan.

Penerapan CSR dangat dipengaruhi oleh pandangan perusahaan mengenai CSR. Wibisono (2007) menjelaskan beberapa cara pandang perusahaan terhadap CSR, yaitu: (1) Sekedar basa-basi atau keterpaksaan. Perusahaan mempraktekkan CSR karena external driven (faktor eksternal), environmental driven (karena terjadi masalah lingkungan dan reputation driven (karena ingin mendongkrak citra perusahaan); (2) Sebagai upaya memenuhi kewajiban (compliance); (3) CSR diimplementasikan karena adanya dorongan yang tulus dari dalam (internal driven).

Saidi (2004) dalam Tanudjaja (2008) membagi CSR menjadi 4 model, yaitu keterlibatan langsung, melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan, bermitra dengan pihak lain, dan mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium. Sementara itu, Wibisono (2007) menjelaskan bahwa penerapan CSR yang dilakukan oleh perusahan dapat dibagi menjadi empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, implementasi, evaluasi dan pelaporan.

CSR yang diterapkan oleh perusahaan akan mendatangkan berbagai manfaat bagi perusahaan dan masyarakat yang terlibat dalam menjalankannya. Menurut Wibisono (2007) manfaat bagi perusahaan yang berupaya menerapkan CSR, yaitu dapat mempertahankan atau mendongkrak reputasi dan brand image perusahaan, layak mendapatkan social licence to operate, mereduksi risiko bisnis perusahaan, melebarkan akses sumberdaya, membentangkan akses menuju market, mereduksi biaya, memperbaiki hubungan dengan stakeholders, memperbaiki hubungan dengan regulator, meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan serta berpeluang mendapatkan penghargaan. Sedangkan manfaat CSR bagi masyarakat menurut Ambadar (2008), yaitu dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, kelembagaan, tabungan, konsumsi dan investasi dari rumah tangga warga masyarakat.

2.1.2 Pengembangan Masyarakat

Pengembangan masyarakat adalah salah satu pendekatan yang harus menjadi prinsip utama bagi seluruh unit-unit kepemerintahan maupun pihak korporasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan sosial (Ambaddar, 2008). Pengembangan masyarakat menurut Giarci (2001) dalam Subejo dan Supriyanto (2004) adalah suatu hal yang memiliki pusat perhatian dalam membantu masyarakat pada berbagai tingkatan umur untuk tumbuh dan berkembang melalui berbagai fasilitasi dan dukungan agar mereka mampu memutuskan, merencanakan dan mengambil tindakan untuk mengelola dan mengembangkan lingkungan fisiknya serta kesejahteraan sosialnya. Proses ini berlangsung dengan dukungan collective action dan networking yang dikembangkan masyarakat. Sejalan dengan itu, Payne (1995:165) dalam Ambadar (2008) menjelaskan bahwa pengembangan masyarakat memiliki fokus terhadap upaya membantu anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, dengan mengidentifikasikan kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pengembangan masyarakat sebagai perencanaan sosial perlu berlandaskan pada asas-asas, yaitu: komunitas dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan, mensinergikan strategi komprehensif pemerintah, pihak-pihak terkait dan partisipasi warga, membuka akses warga atas bantuan profesional, teknis, fasilitas, serta insentif lainnya agar meningkatkan partisipasi warga, dan mengubah perilaku profesional agar lebih peka pada kebutuhan, perhatian dan gagasan warga komunitas. Selain memiliki asas-asas, pengembangan masyarakat juga memiliki beberapa prinsip. Prinsip-prinsip Community Development dalam tiga bagian penting, yaitu ekologi, keadilan sosial, nilai-nilai lokal, proses, dan global-lokal. Prinsip yang terkait dengan masalah ekologi, yaitu prinsip holistik; keberlanjutan; keanekaragaman; pembangunan organis dan keseimbangan. Prinsip yang terkait dengan keadilan sosial meliputi prinsip menghilangkan ketimpangan struktural; memusatkan perhatian pada wacana yang merugikan; pemberdayaan; mendefiniskan kebutuhan; dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Prinsip yang terkait menghargai nilai-nilai lokal yaitu prinsip pengetahuan lokal; budaya lokal; sumberdaya lokal; ketrampilan lokal; dan menghargai proses lokal. Prinsip yang terkait proses meliputi prinsip proses, hasil, dan visi; keterpaduan proses; peningkatan kesadaran; partisipasi; kooperasi dan konsensus; tahapan pembangunan; perdamaian dan anti kekerasan; inklusif; dan membangun komunitas. Prinsip yang terkait global dan lokal meliputi prinsip hubungan antara global dan lokal; serta praktik Anti Penjajah (Anti-colonialist practice) (Ife, 2002).

Dalam melaksanakan suatu program pengembangan masyarakat terdapat berbagai macam strategi pengembangan masyarakat. Chin dan Benne (1961) dalam Nasdian (2006) memperkenalkan tiga strategi yang dapat dijadikan strategi pengembangan masyarakat, yaitu rational-empirical, normative-reeducative, dan power-coersive.

2.1.3 Pemberdayaan dan Partisipasi

Nasdian (2006) menjelaskan bahwa partisipasi adalah proses aktif, inisiatif diambil oleh warga komunitas sendiri, dibimbing oleh cara berfikir mereka sendiri, dengan menggunakan sarana dan proses (lembaga dan mekanisme) dimana mereka dapat menegaskan kontrol secara efektif. Sementara itu, Paul (1987) dalam Nasdian (2006) memberikan pengertian mengenai partisipasi sebagai berikut:

“…..participation refers to an active process whereby beneficiaries influence the direction and execution of development projects rather than mercly receive a share of project benefits”.

Pengertian di atas melihat keterlibatan masyarakat mulai dari tahap pembuatan keputusan, penerapan keputusan, penikmatan hasil dan evaluasi (Cohen dan Uphoff, 1980 dalam Nasdian, 2006). Melihat berbagai pendapat yang ada mengenai pemberdayaan dan partisipasi, maka pemberdayaan dan partisipasi di tingkat komunitas dapat dikatakan dua konsep yang erat kaitannya (Nasdian, 2006). Pendapat ini sejalan dengan Craig dan Mayo (1995) dalam Nasdian (2006), yaitu: “empowerment is road to participation”.

2.1.2 Kemiskinan dan Model Kesejahteraan Keluarga

Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kemiskinan dapat diartikan sebagai situasi dimana penduduk hanya dapat memenuhi kebutuhan makan, pakaian dan perumahan dalam tingkat minimum yang sangat diperlukan untuk sekedar hidup. Untuk melihat dan mengukur angka kemiskinan dapat digunakan indikator ekonomi secara makro seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, distribusi pendapatan per kapita, indeks gini ratio. BKKBN melihat taraf hidup masyarakat dari segi kesejahteraan keluarga. BKKBN melakukan Pendataan Keluarga setiap tahunnya semenjak tahun 1994. Pendataan Keluarga dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data dasar kependudukan dan keluarga dalam rangka program pembangunan dan pengentasan kemiskinan. BKKBN membagi model kesejahteraan keluarga dalam lima tahap, yaitu: (1) Keluarga Pra Sejahtera (sangat miskin); (2) Keluarga Sejahtera I (miskin); (3) Keluarga Sejahtera II; (4) Keluarga Sejahtera III; dan (5) Keluarga Sejahtera III plus

2.2 Kerangka Pemikiran

Implementasi CSR yang dilakukam oleh suatu perusahaan akan berdampak pada perusahaan itu sendiri dan pada masyarakat yang tinggal di lokasi pelaksanaan CSR. Dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat diantaranya adalah peningkatan taraf hidup dan kelembagaan berkelanjutan. peningkatan taraf hidup masyarakat akan dilihat dari peningkatan pendapatan, rumah atau papan, kesehatan, pangan dan (sarana) komunikasi. Sedangkan dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan adalah peningkatan citra perusahaan di mata masyarakat.

i34052453-a

Implementasi CSR yang dilakukan oleh perusahaan dapat berupa keterlibatan perusahaan secara langsung, melalui yayasan/organisasi sosial, bermitra dengan pihak lain, maupun membentuk atau bergabung dalam suatu konsorsium. Implementasi CSR dipengaruhi oleh bentuk strategi pengembangan masyarakat yang digunakan. Bentuk strategi tersebut dibagi dalam tiga strategi, yaitu Power coercive (strategi pemaksaan), Rational Empirical (empirik rasional) dan Normatif Re-educative (pendidikan yang berulang secara normatif). Bentuk strategi pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan saling mempengaruhi dengan tingkat partisipasi masyarakat. Tingkat partisipasi masyarakat dilihat dari peran serta masyarakat dalam tahapan pelaksanaan CSR, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi dan pelaporan.

Selain saling mempengaruhi dengan tingkat partisipasi masyarakat, strategi pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan sangat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan tersebut mengenai CSR. Karena suatu perusahaan akan melaksanakan CSR apabila memiliki kebijakan atau peraturan mengenai implementasi CSR dalam menjalankan usahanya. Kebijkan perusahan mengenai CSR juga diperngaruhi oleh dua faktor, yaitu kebijakan pemerintah dan pandangan perusahaan mengenai CSR. Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kebijakan perusahaan terkait penerapan CSR diatur dalam beberapa peraturan dan perundang-undangan, yaitu UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-236/MBU/2003. Sedangkan pandangan perusahaan terhadap CSR dapat dibagi tiga, yaitu external driven, environmental driven, reputation driven; Compliance; Internal driven.

2.3 Hipotesa

2.3.1 Hipotesa Pengarah

1. Pandangan perusahaan mengenai CSR dan kebijakan pemerintah mengenai CSR diduga telah mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam mengimplementasikan CSR.

2. Implementasi CSR yang dilaksanakan perusahaan diduga telah berbasiskan pengembangan masyarakat jikan dalam program tersebut menggunakan stretegi pengembangan masyarakat yang tepat sehingga masyarakat berpartisipasi aktif dalam program tersebut dan menunjang kemandirian masyarakat.

3. Dampak yang diperoleh oleh perusahaan melalui CSR diduga mampu meningkatkan citra yang baik di mata masyarakat, sedangkan dampak yang diperoleh masyarakat yaitu meningkatnya taraf hidup dan kelembagaan berkelanjutan.

2.3.2 Hipotesa Uji

1. Diduga ada hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan strategi pendekatan CSR perusahaan

2. Diduga ada hubungan antara implementasi CSR dengan pengingkatan citra perusahaan

3. Diduga ada hubungan antara implementasi CSR dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.

2.4 Definisi Operasional

1. Kebijakan CSR perusahaan adalah pedoman/peraturan yang dikeluarkan oleh perusahaan mengenai CSR

2. Kebijakan pemerintah (manifest) adalah peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia, kebijakan pemerintah meliputi UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal LNNo.67 TLN No.4274, UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL)

3. Pandangan perusahaan terhadap CSR adalah cara perusahaan dalam melihat dan menginterpretasikan CSR dalam menjalankan usahanya.

4. External driven adalah pandangan perusahaan terhadap CSR sekedar basa-basi yang disebabkan oleh faktor eksternal.

5. Environmental driven adalah pandangan perusahaan terhadap CSR sekedar basa-basi karena terjadi masalah lingkungan.

6. Reputation driven adalah pandangan perusahaan terhadap CSR sekedar basa-basi karena ingin mendongkrak citra perusahaan

7. Compliance adalah pandangan perusahaan terhadap CSR sebagai upaya memenuhi kewajiban. CSR dilakukan karena terdapat regulasi, hukum, dan aturan yang memaksa perusahaan menjalankannya.

8. Internal driven adalah pandangan perusahaan terhadap CSR karena adanya dorongan yang tulus dari dalam. Perusahaan menyadari bahwa tanggung jawabnya bukan sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan bisnisnya saja, melainkan juga tannggunga jawab sosial dan lingkungan.

9. Bentuk strategi pengembangan masyarakat adalah upaya pendekatan yang digunakan dalam merumuskan dan melaksanakan program pengembangan masyarakat oleh suatu perusahaan.

10. Power coercive (strategi pemaksaan) adalah strategi yang cenderung memaksakan kehendak dan pikiran sepihak tanpa menghiraukan kondisi dan keadaan serta situasi yang sebenarnya dimana program itu akan dilaksanakan, sedangkan pelaksanaan yang sebenarnya objek utama dari program itu sendiri sama sekali tidak dilibatkan baik dalam proses perencanaan maupun pelaksaannya.

11. Rational Empirical (empirik rasional) adalah strategi yang didasarkan atas pandangan yang optimistik karena strategi ini mempunyai asumsi dasar bahwa manusia mampu menggunakan pikiran logisnya atau akalnya sehingga mereka akan bertindak secara rasional

12. Normatif Re-educative (pendidikan yang berulang secara normatif) yaitu suatu strategi yang menekankan bagaimana klien memahami permasalahan pembaruan seperti perubahan sikap, skill, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia. kecenderungan pelaksanaan model yang demikian agaknya lebih menekankan pada proses mandidik dibandingkan hasil perubahan itu sendiri.

13. Tingkat partisipasi adalah jenjang peran serta masyarakat terhadap implementasi CSR yang dilakukan perusahaan. Tingkat partisipasi akan dilihat dari peran serta masyarakat dalam tahapan CSR, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Tingkat pastisipasi masyarakat sebagai berikut:

Rendah: Apabila tidak berperan serta dalam tahapan manapun skor 0

Sedang : Apabila berperan serta dalam 1 – 2 tahapan skor 1

Tinggi : Apabila berperan serta dalam 3 – 4 tahapan skor 2

14. Implementasi CSR adalah model penerapan CSR yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya

15. Keterlibatan langsung adalah perusahaan menjalankan program CSR secara langsung dengan menyelenggarakan sendiri kegiatan sosial atau menyerahkan sumbangan ke masyarakat tanpa perantara.untuk menjalankannya.

16. Melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan adalah perusahaan mendirikan yayasan sendiri di bawah perusahaan atau grupnya.

17. Bermitra dengan pihak lain adalah perusahaan menyelenggarakan CSR melalui kerjasama dengan lembaga sosial/organisasai non-pemerintah, instansi pemerintah, universitas ata media massa, baik dalam mengelola dana maupun dalam melaksanakan kegiatan sosialnya.

18. Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium adalah perusahaan turut mendirikan, menjadi anggota atau mendukung suatu lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu.

19. Dampak bagi perusahaan adalah efek yang terjadi pada perusahaan setelah mengimplementasikan CSR, efek ini meliputi peningkatan citra perusahaan di mata masyarakat. Peningkatan citra perusahaan dibagi dalam tiga kategori, dengan skor sebagai berikut:

a. Kurang baik : 0 – 13

b. Baik : 14 – 26

c. Sangat baik : 27 – 50

20. Dampak bagi masyarakat adalah efek yang terjadi pada masyarakat setelah dilaksanakannya CSR oleh suatu perusahaan.

21. Peningkatan taraf hidup adalah penambahan taraf hidup masyarakat yang dilihat dari peningkatan pendapatan, rumah atau papan, kesehatan, pangan dan (sarana) komunikasi.

22. Peningkatan pendapatan adalah taraf hidup yang dilihat dari penambahan jumlah penghasilan seseorang. Pengukuran tingkat pendapatan sebagai berikut:

Miskin : < Rp 25000/hari

Sedang : Rp 25.000 – Rp 50.000/hari

Sejahtera : > Rp 50.000/hari

23. Rumah atau papan adalah taraf hidup yang dilihat dari kondisi tempat tinggal responden. Pengukuran rumah atau papan sebagai berikut:

Miskin : Luas lantai rumah kurang dari 8 m2 untuk tiap penghuni

Sedang : Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untuk tiap penghuni

Sejatera : Luas lantai rumah lebih dari 8m2 untuk setiap penghuni

24. Kesehatan adalah taraf hidup yang dilihat dari kemampuan responden menjaga kesehatan. Pengukuran kesehatan responden:

Miskin : Jika sakit tidak pergi ke dukun atau dokter

Sedang : Jika sakit pergi ke dukun

Sejahtera : Jika sakit pergi ke dokter

25. Pangan adalah taraf hidup yang dilihat dari kemampuan mengkonsumsi daging ayam, daging sapi atau ikan. Pengukuran pangan responden:

Miskin : Tidak makan daging ayam, sapi atau ikan dalam seminggu terkahir

Sedang : Minimal makan sekali daging ayam, sapi atau ikan dalam seminggu terakhir

Sejahtera : Lebih dari sekali makan daging ayam, sapi atau ikan dalam seminggu terakhir

26. Sarana komunikasi adalah taraf hidup yang dilihat dari kepemilikan sarana komunikasi. Pengukuran sarana komunikasi:

Miskin : Tidak memiliki telepon selular

Sedang : Memiliki 1 buah telepon selular

Sejahtera : Memiliki lebih dari 1 buah telepon selular

27. Kelembagaan berkelanjutan adalah sebuah kelompok/komunitas dalam masyarakat yang dapat menjaga eksistensi kegiatannya, baik sebelum program berjalan, saat berjalan maupun setelah program berjalan.

III. METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Jakarta dan di Cilacap. Hal ini disebabkan, lokasi PT Rekayasa Industri berada di jalan Kalibata Timur I No.36 Jakarta. Studi kasus implementasi CSR yang akan diambil berada di Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian akan dilaksanakan sejak bulan April 2009 hingga Mei 2009.

Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). PT Rekayasa Industri dipilih menjadi lokasi penelitian setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing dan diperkuat setelah mengetahui PT Rekayasa Industri telah menerapkan CSR dalam menjalankan usahanya. Selain itu, ketertarikan peneliti dalam menetapkan lokasi penelitian karena PT Rekayasa Industri adalah sebuah Perusahaan EPCC (Engineering Procurement Construction Commisioning), sehingga peneliti ingin mengetahui dan menganalisis apakah perusahaan EEPC yang Based Project mengimplementasikan CSR yang berbasiskan pemberdayaan masyarakat di lokasi proyeknya.

3.2 Pendekatan Penelitian

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab sosial (CSR) berbasiskan pemberdayaan masyarakat ini menggunakan dua pendekatan, yaitu kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai sejauhmana CSR berbasiskan pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan konteks yang relevan. Pendekatan kuantitatif yang dilakukan berjenis penelitian survei. Penelitian survei dilakukan untuk mengetahui mengenai faktor yang mempengaruhi strategi pendekatan CSR, yaitu tingkat partisipasi masyarakat. Selain itu penelitian survei juga digunakan untuk mengetahui peningkatan taraf hidup yang berfokus pada indikator fisik, yakni rumah atau papan, sekolah, kesehatan, pangan dan (sarana) komunikasi, serta pendapatan.

3.3 Teknik Pemilihan Responden dan Informan

Subyek dalam penelitian ini akan dibedakan menjadi responden dan informan. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Jawa Tengah yang merupakan lokasi pelaksanaan CSR oleh PT Rekayasa Industri. Informan adalah pihak PT Rekayasa Industri sebagai perusahaan yang menjalankan CSR dan juga pihak-pihak lain yang terkait. Jumlah responden yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, sedangkan jumlah informan tidak dibatasi guna menambah gambaran yang lebih mendalam. Responden dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak distratifikasi. Responden akan dibagi menjadi tiga lapisan, dilihat dari taraf hidup masyarakat. Pelapisan ini dilakukan untuk mengetahui berasal dari golongan mana saja penerima program yang akan diteliti dan apakah dampak dari program dapat meningkatkan taraf hidup atau mengalami peningkatan golongan. Sedangkan informan dalam penelitian ini dipilih secara secara sengaja (purposive) dengan teknik bola salju (snowball sampling).

3.4 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara mendalam, pengamatan berperanserta dan kuesioner. Data sekunder yang dikumpulkan merupakan dokumen-dokumen yang terkait dengan kebijakan dan data-data bentuk kegiatan CSR yang dilaksanakan PT. Rekayasa Industri. Untuk mendapatkan data primer dan sekunder akan digunakan berbagai metode pengumpulan data. Metode pengumpulan data kualitatif digambarkan dengan metode triangulasi berupa wawancara mendalam, pengamatan berperan serta dan penelusuran dokumen. Sedangkan metode pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan metode survei dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner.

3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Data yang akan didapatkan dari hasil penelitian mendapatkan perlakuan yang berbeda antara data yang didapatkan dari pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Untuk data yang didapatkan dari pendekatan kualitatif akan diolah melalui tiga jalur analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 1992 dikutip Sitorus 1998). Sedangkan data kuantitatif hasil penyebaran kuesioner di lapangan terlebih dahulu dilakukan editing, selanjutnya dilakukan pemindahan dari daftar pertanyaan ke lembar tabulasi yang sudah disiapkan. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, entrying, cleaning, serta analyzing dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel dan SPSS 13.0 for Windows. Data yang didapatkan dilakukan editing, untuk mengecek kelengkapan pengisian kuesioner, setelah itu dilakukan coding di buku kode untuk mempermudah pengolahan data, sistem scoring dibuat konsisten yaitu semakin tinggi skor semakin tinggi kategorinya. Setelah dijumlahkan dan selanjutnya akan dikategorikan dengan menggunakan teknik scoring secara normatif yang dikategorikan berdasarkan interval kelas (Slamet 1993):

N= Max - Min

∑k

Keterangan :

N = batas selang

Max = nilai maksimum yang diperoleh dari jumlah skor

Min = nilai minimum yang diperoleh dari skor

∑k = jumlah kategori

Pengelompokkan kategori adalah sebagai berikut :

Rendah/kurang : x< skor min + interval kelas

Sedang : skor min + interval kelas ≤ x’ ≤ skor min + 2 interval kelas

Tinggi/baik : x’’ ≥ skor minimum + 2 interval kelas.

Setelah scoring data akan dilakukan entrying, cleaning, serta analyzing secara deskriptif dan statistik. Hasil analisis diinterpretasikan untuk memperoleh suatu kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Ardana, Komang. 2008. Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial dalam http://ejournal.unud.ac.id/km%20ardana.pdf . Diakses pada 26 Oktober 2008

Cahyat, Ade. 2004. Bagaimana Kemiskinan di Ukur: Beberapa Model Penghitungan Kemiskinan di Indonesia. Bogor: Center for International Forestry Research (CIFOR).

Djajadiningrat, dkk. 2003. Akses Peran Serta Masyarakat: lebih Jauh memahami Community develompent. Jakarta: Indonesia Center for Sustainable Development

Ife, Jime. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives Vision, Analysis and Practice. Melbourne: Longman.

________. 2002. Community Development: Community-based Alternetives in Age of Globalisation Edisi Kedua. Australia: Pearson Education.

Irawan, Ronny. Corporate Social Responsibility: Tinjauan Menurut Peraturan Perpajakan di Indonesia. Makalah Seminar The 2nd National Conference, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 6 September 2008.

Jackie Ambadar. 2008. Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Praktik di Indonesia. Wujud Kepedulian Dunia Usaha. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Jahja, Rusfadia Saktiyanti. 2006. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Corporate Social Responsibility Perusahaan Ekstraktif dalam Jurnal Galang, Vol.1, No.2, Hal.22-35,Edisi Januari 2006.

Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mulyadi, Devi. 2007. Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan dalam Usaha Pengembangan Masyarakat, Skripsi. Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Nasdian, Fredian Tonny. 2006. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bogor: Bagian Sosiologi pedesaan dan Pengembangan Masyarakat Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor

Nursahid, Fajar. 2006. Tanggung Jawab Sosial BUMN: Analisis terhadap Model Kedermawanan Sosial PT Krakatau Steel, PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia. Depok: Piramedia

Rahman, Santy Rizkiya. 2008. Analisis terhadap Corporate Sociall Responsibiliy dan Pengaturannya di Indonesia. Studi Kasus: Corporate Social Responsibility PT.Freeport Indonesia pada Suku Amungme di Desa banti, Papua. Skripsi. Fakultas Hukum. Jakarta: Universitas Al Azhar Indonesia.

Singarimbun, M dan Effendi, S. 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Sitorus, MT Felix. 1998. Penelitian Kualitatif Suatu Pengantar. Bogor: Kelompok Dokumentasi Ilmu Sosial.

Suharto, Edi. 2008. Menggagas Standar Audit Program CSR dalam http://www.policy.hu/suharto/Naskah%20PDF/CSRAudit.pdf. Diakses pada 24 Oktober 2008.

Sukada, Sonny, dkk. Membumikan Bisnis Berkelanjutan. Memahami Konsep dan Praktik Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Jakarta: Indonesia Business Links

Setianingrum, Ingelia Putri. 2007. Analisis Community Development sebagai Bentuk tanggungjawab Sosial (PT ISM Bogasari Flour Milis, di Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta Utara). Skripsi. Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Suprapto, Siti A.A.2006. Pola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Lokal di Jakarta dalam Jurnal Galang, Vol.1, No.2, Hal.36-61, Edisi Januari 2006.

Supriyanto, Subejo. 2004. Harmonisasi Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan dengan Pembangunan Berkelanjutan dalam http://subejo.staff.ugm. ac.id/wp-content/supriyanto-ekstensia.pdf. Diakses pada 24 Oktober 2008.

Syahyuti. Penerapan Pendekatan Pembangunan Berbasis Komunitas: Studi Kasus pada Rancangan Program Primatani dalam www.geocities.com/syahyuti/pendekatan_komunitas_primatani.pdf. Diakses pada 1 April 2009

Tanudjaja, Bing Bedjo. 2006. Perkembangan Corporate Social Responsibility di Indonesia dalam http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir .php?DepartmentID=DKV. Diakses pada 26 Oktober 2008

Untung, Budi Hendrik. 2008. Corporate Social Responsibility. Jakarta: Sinar Grafika

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility). Gresik: Fascho Publishing.

Sumber lain:

Makna Ekonomis Corporate Social Responsibility dalam http://www.ekofeum.or.id/artikel.php?cid=19&display=28&entry=4. Diakses 24 Oktober 2008


LAMPIRAN

Lampiran 1. Panduan Pertanyaan

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

CORPORATE STRATEGY UNIT

Hari/tanggal wawancara :

Lokasi wawancara :

Nama dan umur informan :

Jabatan :

Pertanyaan Penelitian:

1. Bagaimana sejarah perusahaan mulai melaksanakan CSR? Kapan mulai mengimplementasikan CSR?

2. Bagaimana pengaruh KEPMEN BUMN dalam melaksanakan CSR?

3. Bagaimana pandangan dan kebijakan perusahaan terhadap CSR?

4. Bagaimana posisi struktural CSR dalam perusahaan? Berada dibawah apa? Dan terdiri dari berapa orang bagian CSR? Mengapa?

5. Apakah CSR dipisahkan dengan PKBL dan comdev? Mengapa?

6. Berasal dari mana dana untuk melaksanakan CSR? Berapa persen dana yang dialokasikan yang dialokasikan tersebut? Apakah setiap tahunnya sama ataukah tidak? Mengapa?

7. Bagaimana mekanisme persetujuan dilaksanakan CSR oleh perusahaan?

8. Program apa saja yang pernah dilakukan oleh perusahaan? Kapan? Apa namanya? Apa saja bentuk programnya? Dimana dan siapa sasarannya?

9. Sektor apa saja yang menjadi prioritas atau sering dilakukan perusahaan dalam menjalankan CSR? Mengapa?

10. Apakah ada pihak yang membantu/bermitra dalam pelaksanaan CSR? Siapa dan mengapa?

11. Apakah masyarakat dilibatkan dalam tahapan-tahapan pelaksanaan CSR? Sampai sejauhmana? Mengapa?

12. Bagaimana mekanisme monitoring dan evaluasi program CSR yang pernah dilaksanakan? Apakah hasil evaluasi dijadikan masukan untuk program berikutnya?

13. Apa saja dampak yang dirasakan perusahaan setelah menjalankan CSR?

14. Apakah ukuran keberhasilan perusahaan dalam menjalankan CSR? Mengapa?

15. Bagaimana seharusnya bentuk CSR yang dilaksanakan suatu perusahaan?

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

CSR DEPARTEMENT

Hari/tanggal wawancara :

Lokasi wawancara :

Nama dan umur informan :

Jabatan :

Pertanyaan Penelitian:

1. Bagaimana sejarah perusahaan mulai melaksanakan CSR? Kapan mulai mengimplementasikan CSR?

2. Bagaimana pengaruh KEPMEN BUMN dalam melaksanakan CSR?

3. Bagaimana pandangan perusahaan terhadap CSR?

4. Bagaimana kebijakan perusahaan mengenai CSR?

5. Bagaimana posisi struktural CSR dalam perusahaan? Berada dibawah apa? Dan terdiri dari berapa orang bagian CSR? Mengapa?

6. Apakah CSR dipisahkan dengan PKBL dan comdev? Mengapa?

7. Berasal dari mana dana untuk melaksanakan CSR? Berapa persen dana yang dialokasikan yang dialokasikan tersebut? Apakah setiap tahunnya sama ataukah tidak? Mengapa?

8. Bagaimana mekanisme persetujuan dilaksanakan CSR oleh perusahaan?

9. Bagaimana mekanisme survey dalam melaksanakan CSR disuatu tempat? Berapa lama? Dibantu dengan siapa?

10. Bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dalam menjalankan CSR?

11. Cara apa saja yang biasa digunakan dalam mencari kebutuhan masyarakat?Kendala apa saja yang dialami saat hendak melaksanakan CSR di suatu tempat?

12. Program apa saja yang pernah dilakukan oleh perusahaan? Kapan? Apa namanya? Apa saja bentuk programnya? Dimana dan siapa sasarannya?

13. Apakah program yang dijalankan telah sesuai dengan tujuan perusahaan sebelumnya?

14. Sektor apa saja yang menjadi prioritas atau sering dilakukan perusahaan dalam menjalankan CSR? Mengapa?

15. Apakah ada pihak yang membantu/bermitra dalam pelaksanaan CSR? Siapa dan mengapa?

16. Apakah masyarakat dilibatkan dalam tahapan-tahapan pelaksanaan CSR? Sampai sejauhmana? Mengapa?

17. Bagaimana mekanisme monitoring dan evaluasi program CSR yang pernah dilaksanakan? Apakah hasil evaluasi dijadikan masukan untuk program berikutnya?

18. Apakah program tersebut masih berjalan sampai saat ini?

19. Apa saja dampak yang dirasakan perusahaan setelah menjalankan CSR?Apakah ukuran keberhasilan perusahaan dalam menjalankan CSR? Mengapa?

20. Bagaimana seharusnya bentuk CSR yang dilaksanakan suatu perusahaan?

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

PEJABAT KECAMATAN/KELURAHAN

Hari/tanggal wawancara :

Lokasi wawancara :

Nama dan umur informan :

Jabatan :

Pertanyaan Penelitian:

1. Bagaimana dan kapan kelurahan ini berdiri? Mengapa bernama lomanis?

2. Bagaimana kondisi geografis dan demografi keluraha ini?

3. Bagaimana karakteristik masyarakat daerah ini? (SARA, pendidikan, pekerjaan, budaya)

4. Apakah Bapak/Ibu mengenal PT REKIND? Siapa yang Bapak/Ibu kenal dari PT REKIND dan jabatannya apa?

5. Kapan PT REKIND datang ke daerah ini? Siapa yang menghadap?

6. Apakah PT REKIND memberitahu akan melaksanakan CSR di daerah tersebut? Berapa lama?

7. Bagaimana cara PT REKIND melakukan survey kebutuhan warga? Bertanya ke siapa?

8. Apakah warga dilibakan dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan CSR PT REKIND? Jika iya, siapa saja yang dilibatkan? Jika tidak, mengapa?

9. Berapa lama PT REKIND biasanya melakukan survey? Berapa orang yang bekerja?

10. Apakah kebutuhan utama yang diperlukan warga saat itu dan saat ini?

11. Program apa saja yang dilakukan oleh PT REKIND? Siapa saja sasarannya?

12. Apakah program yang dijalankan PT REKIND bermanfaat bagi warga? Mengapa?

13. Apakah yang warga rasakan setelah dijalankan program CSR PT REKIND?

14. Adakah kendala saat pelaksanaan CSR PT REKIND? Apa sajakah dan mengapa?

15. Apa harapan Bapak/Ibu terhadap PT REKIND?

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

TOKOH KUNCI DI MASYARAKAT

Hari/tanggal wawancara :

Lokasi wawancara :

Nama dan umur informan :

Jabatan :

Pertanyaan Penelitian:

1. Bagaimana dan kapan kelurahan ini berdiri? Mengapa bernama lomanis?

2. Bagaimana kondisi geografis dan demografi keluraha ini?

3. Bagaimana karakteristik masyarakat daerah ini? (SARA, pendidikan, pekerjaan, budaya)

4. Apakah Bapak/Ibu mengenal PT REKIND? Siapa yang Bapak/Ibu kenal dari PT REKIND dan jabatannya apa?

5. Kapan PT REKIND datang ke daerah ini? Siapa saja yang datang?

6. Apakah PT REKIND memberitahu akan melaksanakan CSR di daerah tersebut? Berapa lama?

7. Bagaimana cara PT REKIND melakukan survey kebutuhan warga? Bertanya ke siapa?

8. Apakah bapak dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan CSR PT REKIND? Selain bapak siapa lagi yang dilibatkan?

9. Apakah kebutuhan utama yang diperlukan warga saat itu dan saat ini?

10. Program apa saja yang dilakukan oleh PT REKIND? Siapa saja sasarannya?

11. Apakah program yang dijalankan PT REKIND bermanfaat bagi warga? Mengapa?

12. Apakah yang warga rasakan setelah dijalankan program CSR PT REKIND?

13. Apakah program tersebut masih berjalan? Jika iya apa saja? Jika tidak mengapa?

14. Adakah kendala saat pelaksanaan CSR PT REKIND? Apa sajakah dan mengapa?

15. Apa harapan Bapak/Ibu terhadap PT REKIND?

Lampiran 2. Panduan Pengamatan Berperan Serta

Pengamatan berperan serat dilakukan oleh peneliti secara langsung dilokasi penelitian, selanjtnya peneliti melakukan pencatatan hasil pengamatannya secara manual ataupun menggunakan alat bantu yang dapat merekam serta memotret kejadian yang berkaitan dengan substansi penelitian yang dilakukan.

Hasil pengamatan berperan serta dicatat dalam table dibawah ini

Hari/tanggal :

No

Hari/tanggal

Lokasi

Hasil

Keterangan

Lampiran 3. Kuesioner Penelitian

No:

KUESIONER

PERANAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)

PT. REKAYASA INDUSTRI

DALAM RANGKA PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Responden Yang Terhormat,

Saya adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekologi Manusia, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, angkatan 2005. Saya sedang melakukan penelitian mengenai Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Rekayasa Industri dalam Rangka Pengembangan Masyarakat Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Provinsi Jawa Tengah Penelitian ini dilakukan dalam rangka menyusun skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1).

Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur dan apa adanya. Perlu diperhatikan, bahwa dalam mengisi kuesioner ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Apapun jawaban Bapak/Ibu, akan menjadi data berharga bagi kelancaran penelitian ini. Identitas dan jawaban Bapak/Ibu akan saya jamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian ini.

Atas ketersediaan dan waktu Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini, saya ucapkan banyak terima kasih.

Cilacap, Mei 2009

Hormat saya,

M. Reza Maulana

I340522510

Text Box: Responden Yang Terhormat,  Saya adalah mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Fakultas Ekologi Manusia, Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, angkatan 2005. Saya sedang melakukan penelitian mengenai Peranan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Rekayasa Industri dalam Rangka Pengembangan Masyarakat Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Provinsi Jawa Tengah Penelitian ini dilakukan dalam rangka menyusun skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1).  Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur dan apa adanya. Perlu diperhatikan, bahwa dalam mengisi kuesioner ini, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Apapun jawaban Bapak/Ibu, akan menjadi data berharga bagi kelancaran penelitian ini. Identitas dan jawaban Bapak/Ibu akan saya jamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian ini.  Atas ketersediaan dan waktu Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini, saya ucapkan banyak terima kasih.  							           Cilacap,     Mei 2009 Hormat saya,   M. Reza Maulana I340522510

KUESIONER

A. Identitas Responden

Petunjuk pengisian:

- Isilah titik-titik kosong dengan jawaban yang sesuai.

- Berilah tanda silang (X) pada nomor yang sesuai dengan identitas anda.

  1. Nama : …………………………..
  2. Umur : …………………………..
  3. Jenis kelamin : a. Laki-laki

b. Perempuan

  1. Status : a. belum menikah

b. menikah

  1. Jumlah anak : …………. orang
  2. Pendidikan terakhir : a. Tidak sekolah

b.Tidak tamat SD

c. Tamat SD/sederajat

d. Tidak tamat SMP

e. Tamat SMP

f. Tidak tamat SMA

g.Tamat SMA

h.Perguruan Tinggi

  1. Pekerjaan : …………………………..
  2. Alamat : …………………………..

B. Partisipasi Masyarakat

Petunjuk pengisian:

- Isilah titik-titik kosong dengan jawaban yang sesuai.

- Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan kondisi Bapak/Ibu.

  1. Darimana Bapak/Ibu mengetahui program CSR tersebut?

a. Tahu sendiri

b. Tetangga

c. Pejabat kelurahan/kecamatan

d. Pihak PT REKIND

e. Lainnya, sebutkan……………

  1. Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti musyawarah mengenai program CSR tersebut?

a. Iya

b. Tidak

Jika iya, berapa kali? …………..kali

  1. Darimana Bapak/Ibu mengetahui informasi mengenai musyawarah tersebut?

a. Tahu sendiri

b. Tetangga

c. Pejabat kelurahan/kecamatan

d. Pihak PT REKIND

e. Lainnya, sebutkan……………

  1. Apakah Bapak/Ibu ikut merencanakan program CSR tersebut?

a. Iya

b. Tidak

  1. Apakah Bapak/Ibu ikut pelaksanaan program CSR tersebut?

a. Iya

b. Tidak

  1. Apakah Bapak/Ibu ikut mengevaluasi program CSR tersebut?

a. Iya

b. Tidak

  1. Apakah Bapak/Ibu ikut dalam tahap pelaporan program CSR tersebut?

a. Iya

b. Tidak

C. Kondisi Taraf Hidup Masyarakat

Petunjuk pengisian:

- Isilah titik-titik kosong dengan jawaban yang sesuai.

- Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan kondisi Bapak/Ibu.

  1. Berapa jumlah anggota keluarga Bapak/Ibu? (termasuk Bapak/Ibu)

Jawab: …………….orang

  1. Berapa jumlah tanggungan Bapak/Ibu?

Jawab: …………….orang

  1. Berapa luas lantai rumah Bapak/Ibu?

Jawab: ……………. m2

  1. Apakah ada pembangunan rumah setahun terakhir ini?

a. Iya

b.Tidak

Jika iya, berapa luasnya? …………m2

  1. Berapa penghasilan anda per hari sebelum dijalankan program CSR?

a. < Rp 25.000

b. Rp 25.000 – Rp 50.000

c. > Rp 50.000

  1. Berapa penghasilan anda per hari setelah dijalankan program CSR?

a. < Rp 25.000

b. Rp 25.000 – Rp 50.000

c. > Rp 50.000

  1. Apakah Bapak/Ibu memiliki telepon selular?

a. Iya

b. Tidak

Jika iya, berapa banyak? …………buah

  1. Kapan Bapak/Ibu membeli telepon selular tersebut?

a. Bulan ini

b. Sekitar 6 bulan yang lalu

c. Setahun yang lalu

  1. Apakah Bapak/Ibu makan daging ayam, sapi atau ikan dalam seminggu terakhir ini?

a. Iya

b. Tidak

Jika Iya, berapa kali ? Jawab: …………….kali

  1. Dahulu kemana biasanya Bapak/Ibu membawa anggota keluarga Bapak/Ibu yang sakit?

a. Dukun

b. Dokter

c. Lainnya, sebutkan ………

  1. Setahun terkahir ini, kemana biasanya Bapak/Ibu membawa anggota keluarga Bapak/Ibu yang sakit?

a. Dukun

b. Dokter

c. Lainnya, sebutkan ………

D. CITRA PERUSAHAAN DI MATA MASYARAKAT

Petunjuk pengisian:

- Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu.

No

Pernyataan

Sangat setuju

Setuju

Netral

Tidak setuju

Sangat tidak setuju

1

Pegawai PT REKIND ramah dan santun

2

PT REKIND adalah perusahaan yang merusak lingkungan

3

PT REKIND adalah perusahaan yang sering mengganggu masyarakat dalam menjalankan proyeknya

4

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND bermanfaat bagi masyarakat

5

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND sesuai dengan kebutuhan masyarakat

6

PT REKIND tidak pernah melakukan kegiatan CSR yang dapat menghibur masyarakat

7

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND bertujuan untuk membantu meningkatkan penghasilan masyarakat

8

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai belut dan rosella

9

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND tidak menambah keterampilan masyarakat

10

Kegiatan CSR yang dilakukan PT REKIND merupakan bukti kepedulian perusahaan tersebut kepada masyarakat

Terimakasih Atas Bantuan dan Kerjasama Bapak/Ibu


No

Tujuan

Lampiran 4. Matriks Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data

Variabel

Data yang dibutuhkan

Sumber Data

Metode Pengumpulan Data

Metode Pengolahan dan Analisis Data

1.

Profil PT Rekayasa Industri (REKIND)

1. Bidang usaha PT REKIND

2. Lokasi Kantor PT REKIND: Letak kantor, batas-batas kantor, luas kantor.

1. Sejarah didirikannya PT REKIND

2. Bidang-bidang usaha PT REKIND

3. Letak kantor PT REKIND

4. Batas-batas kantor PT REKIND

5. Luas kantor PT REKIND

1. Data Sekunder: data dari PT REKIND

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND

1. Studi literatur

2. Wawancara

3. Pengamatan

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Penyajian data

2.

Mengetahui pandangan dan kebijakan CSR PT REKIND

1. Pandangan perusahaan:

1. External driven, environmental driven, reputation driven

2. Compliance

3. Internal driven

2. Kebijakan CSR perusahaan

1. Penyebab mengapa perusahaan tersebut menjalankan CSR

2. Perangkat lengkap kebijakan yang mengatur aktivitas sosial perusahaan

1. Data Sekunder: data dari PT REKIND

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND

1. Studi literatur

2. Wawancara

3. Pengamatan

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Penyajian data

4. Analisis data

3.

Mengetahui Kebijakan Pemerintah mengenai CSR

1. Peraturan pemerintah Indonesia mengenai CSR

2. Keputusan menteri BUMN

1. UU No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal LNNo.67 TLN No.4274,

2. UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

3. Keputusan Menteri BUMN Nomor: Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL)

1. Data sekunder: Penelusuran literatur, buku-buku terkait, internet, dokumen instansi terkait.

1. Studi literatur

1. Pengumpulan data

2. Penyajian data

4

Mengetahui implementasi CSR yang dilakukan oleh PT REKIND

1. Model implementasi CSR PT REKIND:

1. Perusahaan terlibat langsung

2. Melalui yayasan/organisasi sosial

3. Bermitra dengan pihak lain

4. Membentuk atau bergabung dalam suatu konsorsium

2. Program CSR yang dijalankan PT REKIND

1. Bagaimana model implementasi CSR PT REKIND

2. Program CSR yang telah diimplementasikan oleh PT REKIND

3. Lokasi implementasi program CSR

4. Sasaran implementasi program CSR

1. Data Sekunder: laporan CSR dari PT REKIND

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND, observasi lapang, masyarakat sasaran program dan instansi terkait

1. Studi literatur

2. Wawancara

3. Pengamatan berperan serta

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Penyajian data

4. Analisis data

5.

Gambaran umum kelurahan lomanis, kecamatan cilacap tengah, cilacap, Jawa Tengah

1. Sejarah lokal

2. Lokasi kelurahan lomanis: Letak kelurahan, batas-batas kelurahan, luas kelurahan

3. Kondisi demografi

1. Sejarah dan konteks lokasi secara geografis

2. Struktur sosial masyarakat

3. Jumlah penduduk

4. Mata pencaharian

5. Kondisi tingkat pendidikan

1. Data Sekunder: laporan CSR dari PT REKIND, data pemerintah setempat dan data instansi terkait

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND, observasi lapang, masyarakat sasaran program dan instansi terkait

1. Studi literatur

2. Wawancara

3. Pengamatan berperan serta

4. Penyebaran kuesioner

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Penyajian data

4. Analisis data

6

Mengetahui dan mengkaji sejauh mana pelaksanaan CSR PT Rekayasa Industri telah berbasiskan pemberdayaan masyarakat ataukah masih sebatas pemberian dari korporasi

1. Bentuk strategi pengembangan masyarakat: 1.rational-empirical, 2.normative-reeducative, 3. power-coersive

2. Tingkat partisipasi masyarakat:

1. Tahap perencanaan

2. Tahap pelaksanaan

3. Tahap evaluasi

4. Tahap pelaporan

1. Bentuk strategi pengembangan masyarakat

2. Tingkat partisipasi/peran serta masyarakat dalam setiap tahapan program CSR yang dilaksanakan

1. Data Sekunder: laporan CSR dari PT REKIND, data pemerintah setempat dan data instansi terkait

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND, kuesioner, observasi lapang, masyarakat sasaran program dan instansi terkait

1. Studi literatur

2. Wawancara mendalam

3. Pengamatan berperan serta

4. Penyebaran kuesioner

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Tabulasi silang

4. Penyajian data

5. Analisis data

7

Mengetahui dan mengkaji dampak yang diperoleh PT Rekayasa Industri dan masyarakat dari pelaksanaan program CSR tersebut

1. Peningkatan citra perusahaan

2. Peningkatan taraf hidup masyarakat: peningkatan pendapatan, rumah atau papan, kesehatan, pangan dan (sarana) komunikasi

3. Kelembagaan berkelanjutan

1. Dampak CSR terhadap citra perusahaan di mata masyarakat

2. Pendapatan sebelum dan setelah program

3. Kondisi rumah sebelum dan sesudah program

4. Kondisi kesehatan sebelum dan sesudah program

5. Ketersediaan pangan sebelum dan sesudah program

6. Ketersediaan sarana komunikasi sebelum dan sesudah program

7. Keberadaan lembaga ditingkat komunitas yang berkelanjutan sebelum dan setelah CSR dijalankan

1. Data Sekunder: laporan CSR dari PT REKIND, data pemerintah setempat dan data instansi terkait

2. Data Primer: Pegawai PT REKIND, kuesioner, observasi lapang, masyarakat sasaran program dan instansi terkait

1. Studi literatur

2. Wawancara mendalam

3. Pengamatan berperan serta

4. Penyebaran kuesioner

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

3. Tabulasi silang

4. Penyajian data

5. Analisis data


[1] Penelitian dilakukan oleh Bing Bedjo Tanudjaja pada tahun 2006. Hasil penelitian lebih lanjut dapat diakses pada http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=DKV.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: