Kolokium Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘fakultas ekologi manusia’

Analisis Agenda Setting Surat Kabar Jurnal Bogor Mengenai Berita Politik (Kasus Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia Angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor)

Posted by kolokium kpm ipb pada 22 April 2009

MAKALAH KOLOKIUM

Nama pemrasaran/NRP : D Handri Suwanda/I34052960

Departemen : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Pembahas : ?

Dosen Pembimbing/NIP : Ir. Sutisna Riyanto, Ms/131779500

Judul Rencana Penelitian : Analisis Agenda Setting Surat Kabar Jurnal Bogor Mengenai Berita Politik (Kasus Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia Angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor)

Tanggal dan waktu : 28 April 2009

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Surat kabar merupakan media massa yang cukup tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Surat kabar merupakan salah satu media komunikasi massa cetak. Sebagai media cetak dalam komunikasi massa, surat kabar memiliki sifat-sifat yang menguntungkan. Misalnya, sifat permanen pesan-pesan yang telah dicetak, keleluasaan pembaca mengontrol keterdedahannya (exposure), dan mudah disimpan serta diambil kembali

Surat Kabar Jurnal Bogor adalah salah satu surat kabar lokal yang eksistensinya masih terjaga hingga saat ini. Sama halnya dengan surat kabar nasional lainnya Surat Kabar Jurnal Bogor juga menyajikan ragam berita yang menarik dan berbobot. Dalam surat kabar lokal ini tentu berita-berita yang bersifat lokal akan mendapat porsi tersendiri.

Pemilihan berita yang dianggap penting oleh surat kabar belum tentu dianggap penting oleh khalayak pembaca. Keefektifan isi berita dari suatu surat kabar apabila isi surat kabar dibutuhkan, dibaca, dan dimengerti khalayak. Maka dari itu redaksi dari surat kabar harus menyaring berita, artikel, atau tulisan yang akan disiarkannya dengan proses yang selektif, “gatekeepers. Maka dari itu digunakan pendekatan agenda setting. Agenda setting adalah adalah satu teori untuk melihat keefektifan dan kesesuaian antara agenda media dengan agenda khalayak. Dalam pengukuran pada agenda media setiap kejadian atau isu diberi bobot tertentu dengan panjang penyajian (ruang) dan cara penonjolan (ukuran judul, letak pada suratkabar, frekuensi pemberitaan, posisi dalam suratkabar).

1.2 Perumusah Masalah

Sejalan dengan uraian diatas, penelitian ini akan menitikberatkan permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor dalam menyajikan berita politik?

2. Bagaimana agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap berita politik?

3. Apakah ada kesesuaian antara agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor dengan agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia(FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB)?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan peneltian ini sebagai berikut :

1. Menganalisis agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor dalam menyajikan berita politik.

2. Mengidentifikasi agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap berita politik.

3. Mengukur derajat kesesuaian antara agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor dengan agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB).

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dapat diberikan dari penelitian ini adalah :

1. Bagi pihak surat kabar bersangkutan, penelitian ini dapat sebagai bahan pertimbangan guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas isi berita seputar berita politik.

2. Bagi penelitian selanjutnya dan perkembangan ilmu komunikasi, penelitian ini dapat menjadi bahan kajian lebih lanjut mengenai media massa dalam konteks agenda setting.

II PENDEKATAN TEORITIS

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Komunikasi Politik

Komunikasi adalah interaksi sosial yang digunakan dalam menyusun makna yang merupakan citra dunia, kemudian individu akan bertindak berdasarkan makna tersebut (Nimmo, 2000). Muis (1999) merangkum defenisi komunikasi dari beberapa terminologi komunikasi, yaitu : (1) komunuikasi adalah proses penyampaian pesan antara dua orang atau lebih, (2) komunikasi adalah proses pengiriman lambang-lambang yang mempunyai arti, (3) komunikasi adalah tindakan membagi informasi atau pengetahuan, atau membagi orientasi isyarat-isyarat informasi.

Komunikasi politik adalah suatu kegiatan komunikasi yang mempunyai konsekuensi politik baik secara aktual maupun potensial yang mengatur perilaku manusia dalam keberadaan suatu konflik (Nimmo, 2000). Komunikasi politik berlangsung sebagai suatu proses penyampaian pesan-pesan tertentu yang berasal dari sumber kepada khaayak, dengan menggunakan media tertentu, dan untuk mencapai tujuan tertentu (Nasution, 1990).

2.1.2 Teori Agenda Setting

2.1.2.1 Kopnsep Penjaga Gawang.

Sebelum dipublikasikan menjadi sebuah berita, informasi harus melewati berbagai tahapan seleksi terlebih dahulu. Pada akhirnya, ada informasi yang lolos dari tahap seleksi kemudian diangkat menajdi berita, dan ada informasi yang tidak lolos tahap seleksi. Hal ini dikarenakan tidak tersedia cukup waktu dan tempat di dalam media massa (Dougnewsom dan Wollert dalam Descartes 2004). Fungsi pengaturan tempat dan waktu ini berkaitan dengan fungsi redaksi sebagai penjaga gawang informasi (gatekeeper yang menepis berita-berita masuk (Muis, 1999). Media melalui kegiatan yang disebut gatekeeping mengontrol akses khalayak terhadap berita, informasi, dan hiburan (Wilson dalam Descartes 2002).

2.1.2.2 Konsep Agenda Setting

Konsep agenda setting juga diajukan oleh Benard C.Cohen dalam tulisannya The Press and Foreign Policy pada tahun 1963, ia berpendapat bahwa berita di media massa tidak secara langsung mempengaruhi pemikiran khalayak terhadap masalah politik, namun berpengaruh kepada subjek apa saja yang akan dipikirkan oleh khalayak (Cohen dalam Descartes, 2004).

Menerut teori agenda setting, dinyatakan bahwa media tidak mempengaruhi sikap khalayak, namun media berpengaruh terhadap apa yang dipikirkan khalayak. Dengan kata lain, media mempengaruhi persepsi khalayak tentang hal yang dianggap penting. Singkatnya, media memilih informasi dan berdasarkan informasi dari media, khalayak akan membentuk persepsi tentang peristiwa (Rakhmat, 2002a). Teori agenda setting mengasumsikan adanya hubungan positif antara perhatian media dan perhatian khalayak pada suatu peristiwa (Rakhmat, 2002a).

2.1.2.3 Macam Agenda

Agenda merupakan seleksi terhadap berita yang ada adar suatu berita menjadi lebih penting dibandingkan dengan berita yang lain (DeFleur dan Denis dalam Descartes, 2004). Terdapat tiga macam agenda, yaitu (1) Agenda Media, yaitu prioritas media dalam meliput suatu berita kejadian, (2) Agenda Publik, yaitu tingkat perbedaan penonjolan suatu berita menurut opini publik dan pengetahuan mereka, (3) Agenda kebijakan, menggambarkan berita dan kebijakan yang dikemukan oleh politikus (McQuail dan Wimdahl, 1995).

2.1.2.4 Variabel dalam Agenda Setting

Dalam pengujian agenda setting juga dilibatkan beberapa kondisi yang diduga berperan dalam menimbulkan variasi hubungan antara agenda media dan agenda publik. Kondisi-kondisi ini dapat berasal dari stimulus efek komunikasi yaitu penyajian media, dan dapat bersumber dari khalayak (Winter dalam Descartes, 2004). Sifat-sifat stimulus menunjukkan karakteristik issues, yaitu: (1) Jarak issue, yaitu apakah issue itu langsung atau tidak langsung dialami individu, (2) Lama terpaan, yaitu apakah issue tersebut baru muncul atau mulai pudar, (3) Kedekatan geografis, yaitu apakah issue itu bertingkat lokal atau nasional, dan (4) Sumber, yaitu apakah disajikan oleh media yang kredibel ataukah media yang tidak kredibel.

Zucker (Descartes, 2004) menyatakan bahwa sedikitnya pengalaman dari khalayak terhadap suatu hal menyababkan mereka semakin tergantung terhadap media massa sebagai sumber informasi. Philip Palmgreen dan Peter Clarke membandingkan pengaruh agenda setting terhadap berita-berita tingkat lokal dan tingkat nasional. Mereka mengasumsikan bahwa berita-berita pada sistem politik tingkat lokal tidak mempunyai pengaruh yang besar pada khalayak, karena khalayak dapat mengalami peristiwa tersebut secara langsung, disamping itu terdapat saluran interpersonal dengan individu lain di lingkungan tersebut. Untuk berita tingkat nasional, pengaruh media akan lebih besar dibandingkan saluran interpersonal, karena khalayak tidak mengalami langsung peristiwa tersebut, sehingga mereka lebih banyak mendapatkan informasi lewat media, disamping itu media juga akan lebih banyak meliput peristiwa-peristiwa nasional (Palmgreen dan Clarke dalam Descartes, 2004).

Weaver (Descartes, 2004) menyatakan bahwa penggunaan media massa yang tinggi oleh khalayak mempunyai hubungan yang erat dengan peningkatan rasa penting khalayak terhadap berita. Hasil penelitian Mullin (Descartes 2004) menunjukkan bahwa pengaruh agenda setting media massa akan mengalami penguatan sejalan dengan meningkatnya penggunaan media oleh khalayak.

2.1.2.5 Teknik Pengukuran Agenda

Untuk melihat hubungan antara dua agenda, penelitian agenda setting melibatkan dua macam pengukuran. Pengukuran pertama, terhadap agenda media dilakukan dengan analisis kuantitatif. Sedangkan data mengenai agenda publik diperoleh melalui metode survey (Harmayn dalam Descartes, 2004).

Agenda media adalah daftar berita-berita dan peristiwa-peristiwa pada suatu waktu yang disusun berdasarkan urutan kepentingannya. Agenda media terdiri dari pokok persoalan, peristiwa, anggapan, dan pandangan yang memanfaatkan waktu dan ruang dalam publikasi yang tersedia untuk disampaikan kepada publik, (Manhein dalam Descartes, 2004).

Untuk mengukur agenda media digunakan teknik analisis isi, yaitu teknik penelitian untuk uraian yang objektif, sistematis, dan kuantutatif dari realisasi isi komunikasi. Teknik penelitian ini bersifat objektif kerena dicapai dengan pembuatan kategori yang jelas. Bersifat sitematis yaitu ada seperangkat prosedur yang seragam terhadap semua isi pesan komunikasi yang diteliti. Kuantitatif berarti adanya pengukuran terhadap isi media dengan indikator seperti: frekuensi pemberitaan, penjang berita per sentimeter kolom, pemberlakuan berita dan penempatan berita (Krippendorf, 1991).

Pendekatan dasar teknik ini adalah: (1) Memilih contoh atau keseluruhan isi, (2) Menetapkan kerangka kategori acuan eksternal yang relevan dengan tujuan pengkajian, (3) Memilih satuan analsis isi, (4) Menyesuaikan isi dengan kerangka kategori, per satuan unit yang terpilih, (5) Mengungkapkan hasil sebagai hasil distribusi menyeluruh dari semua satuan atau percontoh, dalam hubungan dnegan frekuensi hal-hal yang dicari acuan (Krippendorf, 1991)

Agenda publik dapat diukur dengan empat cara: (1) Pada metode pertama, responden ditanya terbuka, seperti: berita politik apa yang menurut responden paling penting dalam untuk dirinya, dan berita politik apa yang paling penting dalam komunitas responden saat ini. Jawaban dari dari jenis pertanyaan pertama menggambarkan agenda intrapersonal, sedangkan jawaban dari jenis pertanyaan kedua akan menggambarkan agenda intrapersonal, (2) Metode kedua dilakukan dengan meminta responden untuk memberikan penilaian terhadap berita yang disusun oleh peneliti, (3) Metode ketiga adalah variasi pendekatan kedua, responden diberikan daftar topik yang dipilih oleh peneliti, kemudian responden diminta merangkingnya berdasarkan kepentingan yang dimiliki responden, (4) Metode keempat adalah dengan menggunakan perbandingan berganda (paired comparisson methods). Setiap berita yang sudah seleksi dipasangkan dengan berita yang lain, dan responden diminta mempertimbangkan setiap pasangan berita untuk mengidentifikasi berita mana yang lebih penting. Ketika semua responen telah ditabulasi, berita diurutkan dari yang paling paling penting ke berita yang kurang penting (Dominick dan Wimmer, 1987)

2.2 Kerangka Pemikiran

Penelitian ini mempelajari agenda media pada berita politik yang dimuat oleh Surat Kabar Jurnal Bogor dengan agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB), penelitian ini menggunakan teori agenda setting sebagai teori dasarnya, penelitian ini akan melihat seberapa erat hubungan agenda oleh Surat Kabar Jurnal Bogor dengan agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Program Berita

Agenda Setting

Analsisi Isi, Frekuensi, Jam Tayang, Bidang Masalah Sumber Berita Penempatan Berita, Penyajian Berita

Program Berita Politik

Agenda Surat Kabar

Survai: Kharakteristik Mahasiswa, Berita Penting, Sumber Informasi, Jenis Berita

Agenda Publik (Mahasisiwa)

Mahasiswa

Lingkungan Kampus IPB

i34052960-a

Gambar 1. Kerangka Pemikiran

Hipotesis

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel utama, yaitu agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor dan agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB). Hipotesis penelitian ini adalah :

1. Ada kesesuaian antara agenda surat kabar jurnal bogor dengan agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap berita politik.

2. Adanya hubungan antara kharakteristik dan agemda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap berita politik.

Definisi Operasional

1. Agenda Surat Kabar Jurnal Bogor mengenai berita politik adalah kumpulan berita yang dapat dikelompokkan ke dalam suatu kategori, liputan berita tersebut mencakup berita mengenai lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, militer, kepolisian, badan hukum milik negara, partai pilitik, lembaga yang dibentuk oleh masyarakat, keamanan wilayah teritorial nagara, pangaduan kelompok masyarakat terhadap negara, pernyataan pejabat tinggi negara, kebijakan yang dikeluarkan negara, hubungan antar dua negara atau lebih, organisasi yang beranggotakan lebih dari dua negara, dan pergantian pemerintahan dberitaatu negara. Berita tersebut dipublikasikan harian surat kabat jurnal bogor dengan intensitas dan perlakuan yang berbeda berdasarkan kepentingan yang telah ditetapkan, sehingga membentuk prioritas yang dimiliki oleh harian tersebut. Agenda Surat Kabar Jurnal Bogor diukur berdasarkan total penilaian dari frekuensi pemebritaan, luas kolom, penempatan berita, perlakuan berita, luas dokumntasi foto, dan luas dokumentasi gambar.

2. Penggunaan media adalah tingkat pemanfaatan media massa oleh khalayak untuk mendapatkan informasi. Penggunaan media diukur berdasarkan sejauh mana reponden memanfaatkan media yang digunakan responden pada saat pengukuran agenda media dan intensitas penggunaan media. Berdasarkan hasil pengolahan kuesiner, responden dibagi menjadi dua kelompok. Responden dengan penilaian dibawah rata-rata total nilai digolongkan pada responden sebagai pengguna media rendah, dan responden yang mendapatakan penilaian diatas rata-rata total nilai digolongkan pada responden sebagai pengguna media tinggi.

3. Kredibilitas Surat Kabar Jurnal Bogor adalah tingkat kepercayaan mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap surat kabar jurnal bogor. Kredibilitas Surat Kabar Jurnal Bogor diukur berdasarkan sepuluh indikator, yaitu : bias berita, akurasi berita, kelengkapan berita, ragam informasi, unsur edukasi dalam pemberitaan, kepercayaan (kebenaran berita), keberpihakan (netralitas berita), kejelasan berita, penyajian berita, dan kebenaran berita. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner, responden dibagi menjadi dua kelompok. Responden dengan penilaian di bawah rata-rata total nilai digolongkan pada responden yang menilai rendah kredibilitas surat kabar jurnal bogor, sedangkan responden yang mendapatkan penilaian di atas rata-rata total nilai digolongkan oada responden yang menilai tinggi kredibilitas surat kabar jurnal bogor,

4. Agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah pandangan dan penilaian mahasiswa mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) yang aktif angakatan 2006-2007 mengenai derajat pentingnya berita politik. Derajat kepentingan suatu berita politik ditandai oleh seberapa penting mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) menilai suatu berita politik. Semakin tinggi penilaian mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) maka semakin tinggi derajat pentingnya suatu berita politik, dan sebaliknya.

5. Penempatan berita diukur berdasarkan lokasi surat kabar meletakkan berita mengenai suatu berita. Untuk berita headline di halaman pertama diberi nilai tiga, lalu untuk berita halaman pertama diberi nilai dua, kemudian topik berita yang dicantumkan di ‘jendela’ halaman pertama dan berita headline di halaman dalam di beri nilai satu.

6. Porsi berita berita adalah persentase satu berita terhadap total ruang (space) pada surat kabar. porsi berita yang dimuat dapat berupa tulisan dan gambar/foto.

a. Porsi pada tulisan

Tulisan yang ada pada luas kolom diukur berdasarkan perkalian panjang dan lebar dari kolom pemberitaan yang digunakan surat kabar dalam mengangkat suatu berita. Luas kolom dibagi menjadi tiga kategori, yaitu luas, sedang, dan sempit. Jika berita tersebut termasuk berita dengan kategori luas maka diberikan nilai dua, kemudian jika berita tersebut termasuk kategori sedang diberikan nilai satu, dan untuk berita yang termasuk kategori sempit tidak diberikan nilai.

b. Porsi pada gambar/foto.

· Luas dokumentasi foto diukur berdasarkan perkalian panjang dan lebar dari dokumentasi foto yang terdapat dalam suatu berita. Luas dokumntasi foto dibagi menjadi dua kategori, yaitu luas dan sempit. Dokumentasi foto yang termasuk dalam kategori luas diberikan nilai dua, sedangkan dokumnetasi foto yang termasuk dalam kategori sempit diberikan nilai satu.

· Luas dokumentasi gambar diukur berdasarkan perkalian panjang dan lebar dari dokumentasi gambar dalam suatu berita, kemudian masing-masing luas dokumentasi gambar yang dikategorikan pada suatu berita dijumlahkan. Luas dokumentasi gambar dibagi menjadi dua kategori, yaitu luas dan sempit. Dokumentasi gambar yang termasuk dalam kategori luas diberikan nilai dua, sedangklan untuk dokumentasi gambar yang termasuk dalam kategori sempit diberikan nilai satu.

7. Frekuensi pemberitaan adalah banyaknya kemunculan suatu berita dalam satu bulan peneltia. Frekuensi dapat diukur berdasarkan jumlah nilai masing-masing berita, dimana setiap kali pemberitaan mengenai suatu berita muncul maka kategori berita tersebut diberikan nilai satu.

8. Aspek/macam pemberitaan adalah aspek yang menjadi titik berat pada suatu berita politik

a. what (apa)

Hal-hal yang menjadi berita politik dalam surat kabar

b. Who (siapa)

Aktor-aktor, tokoh-tokoh atau pelaku yang dalam berita poltik dalam surat kabar.

c. Where (dimana)

Tempat terjadi suatu peristiwa sehingga menjadi berita politik dalam surat kabar.

d. When (kapan)

Waktu terjadi suatu peristiwa sehingga menjadi berita politik dalam surat kabar.

e. Why (mengapa)

Penyebab terjadi suatu peristiwa sehingga menjadi berita politik dalam surat kabar.

f. How (bagaimana)

Bagaimana suatu peristiwa terjadi sehingga menjadi berita politik dalam surat kabar.

9. Nilai berita.nilai berita terbagi menjadi dua yaitu nilai berita yang positif (+) dan nilai berita yang negatif (-). Nilai berita yang positif apabila surat kabar lebih cendrung memberitakan hal/aspek positif dari berita yang disajikan. Nilai berita yang negatif apabila surat kabar lebih cendrung memberitakan hal/aspek negatif dari berita yang disajikan.. Nilai berita (+) akan diberi skor dua, sedangkan nilai berita (-) akan diberi skor satu.

III PENDEKATAN LAPANGAN

3.1 Metode Penelitian

Ada dua metode utama yang aplikasikan dalam penelitian yaitu analisis isi untuk mengukur agenda media surat kabar jurnal bogor dan survei khalayak untuk mengukur agenda media mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB).

3.1.1 Analisis isi Media

Media massa yang dipilih adalah Surat Kabar Jurnal Bogor. Surat Kabar Jurnal Bogor dipilih karena media massa tersebut adalah media massa lokal yang cukup besar dalam segi produksinya dan dapat menjangkau seluruh kota dan kabupaten bogor maupun daerah di sekitarnya.

Pengukuran agenda media dilakukan dengan metode analisis isi. Pengukuran agenda ini akan dilakukan selama satu bulan, yaitu pada bulan mei 2009. Akan tetapi Surat Kabar Jurnal Bogor yang aka dianalisa adalah Surat Kabar Jurnal Bogor edisi bulan april, karena pada edisi bulan tersebut berita politik mendapatkan proporsi lebih banyak dibandingkan edisi bulan sebelumnya karena masih dalam massa pra dan pasca pemelihan umum (pemilu) legislatif Indonesia.

Agenda Surat Kabar Jurnal Bogor diukur berdasarkan total penilaian dari frekuensi pemberitaan, luas kolom, penempatan berita, perlakuan berita, luas dokumentasi foto, dan luas dokumentasi gambar.

3.1.2 Survei Khalayak

Publik yang diteliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007 Institut Pertanian Bogor (IPB). Pengumpulan data agenda publik mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB)dilakukan pada bulan Mei 2009. Kemudian dilanjutkan pengolahan data pada bulan Juni 2009.

Agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) didapatkan berdasarkan hasil pengisian kuesioner. Responden diberikan daftar berita politik, kemudian responden diminta melakukan penilaian mengenai seberapa penting masing-masing berita politik menurut pendapat pribadi responden. Terdapat enam kemungkinan penilaian, yaitu: sangat penting, penting, sedang, tidak penting penting, sangat tidak penting, dan tidak mengetahui prihal berita politik yang dipilih untuk diteliti. Untuk jawaban sangat penting diberikan nilai lima, jawaban penting diberikan nilai empat, jawaban sedang diberikan nilai tiga, jawaban tidak penting diberikan nilai dua, jawaban sangat tidak penting diberikan nilai satu, dan jika responden menjawab tidak mengetahui suati berita politik maka diberikan nilai nol.

Berita politik yang mendapatkan penilaian paling tinggi dari total penjumlahan jawaban semua responden merupakan berita politik yang dianggap paling penting, maka berita politik tersebut merupakan prioritas utama dari agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB), atau berita tersebutr mempunyai derajat kepentingan yang paling tinggi menurut mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007. Institut Pertanian Bogor (IPB). Sedangkan berita politik yang mendapatkan penilaian paling rendah dari total penjumlahan jawaban semua responden merupakan berita politik yang dianggap tidak penting, maka berita politik tersebut merupakan prioritas terakhir dari agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB), atau berita tersebut mempunyai derajat kepentingan yang paling rendah menurut mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB).

3.2 Lokasi dan Waktu

Penelitian lapang ini akan dilaksanakan di dua tempat yaitu di Redaksi Jurnal Bogor Jl. Halimun No. 8 Bogor atas dasar pertimbangan untuk pengukuran agenda media Surat Kabar Jurnal Bogor, dan kampus IPB Dramaga Bogor atas dasar pertimbangan untuk pengukuran agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA).

Penelitian ini akan dilaksanakan dari bulan april 2009 hingga juni 2009. Pengukuran agenda Surat Kabar Jurnal Bogor akan dilakukan terlebih dahulu pada bulan mei 2009, setelah itu akan dilakukan pengukuran agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bulan mei 2009.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Baik berupa data kuantitatif maupun berupa data kualitatif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dengan Redaktur Pelaksana Surat Kabar Jurnal Bogor untuk memperkuat data primer yang telah dikumpulan. Data sekunder diperoleh melalui berbagai literatur yang relevan dengan penelitian ini, yaitu buku, thesis, skripsi, jurnal penelitian dan situs internet.

Dalam pangumpulan data primer berupa data kuantitatif duilakukan dengan dua cara yaitu :

3.3.1 Form Isian

Form isian digunakan untuk menganalisis isi Surat Kabar Jurnal Bogor. Analisis isi dilakukan untuk diperoleh data kuantitatif yang akurat untuk mengukur agenda Surat Kabar Jurnal Bogor.

3.3.2 Kuesioner

Pembuatan kuesioner bertujuan untuk survei khalayak. Metode survei dilakukan untuk memperoleh data kuantitaif yang akurat untuk mengukur agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam penentuan

Dalam memilih responden digunakan salah satu teknik penarikan sampel probabilita, yaitu simple random sampling, dimana peneliti mengambil sampel mahasiswa yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) karena responden dalam penelitian ini dianggap membutuhkan dan membaca berita politik pada surat kabar. Untuk mengambil sampel penelitian, digunakan rumus Slovin, yaitu :

i34052960-b

3.4 Teknik Analisis Data

Pengolahan data dilakukan secara kuantitif, yaitu menggunakan tabel frekuensi untuk menggambarkan karakteristik individu, dan korelasi rank spearmen untuk menguji tingkat keeratan antara agenda Surat Kabar Jurnal Bogor dan agenda mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB). Korelasi rank spearman dapat digunakan utnuk data ordinal, yaitu data dengan bentuk jenjang atau ranking, dalam mengguankan korelasi rank spearman data yang ada tidak harus berdistribusi normal, dengan kata lain rank spearman bebas dari distribusi (Sugiyono, 200). Rumus Korelasi Rank Spearman sebagai berikut (Nurgiyantoro, Gunawan, & Marzuki, 2002):

ρ= 1- 6ΣD2

N (N2 -1)

Dengan :

ρ = Koefesien Korelasi Spearman

D = Perbedaan skor antara dua kelompok pasangan

N = Jumlah kelompok

DAFTAR PUSTAKA

Aliyadi, 1998. Fungsi Kontrol dan Kritik Pers Daerah terhadap Pemerintahan Daerah (Analisis Isi Surat Kabar, Kedaulatan Rakyat dan Bermasyarakat). Skripsi. Universitas Indonesia. Depok.

Descartes 2004. Fungsi Agenda Setting Koran Tempo dan Metro TV Mengenai Isu Politik (Kasus Anggota Sekretariat Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Jakarta Selatan). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Domminick, Joseph R. dan Rogers D. Wimmer 2000. Mass media Research An Introduction. Wadswoth Publishing Company.

Hammad, Ibnu 1997. Media Massa sebagai Wahana Benturan Peradaban (Sebuah Studi Semiotika Sosial). Thesis. Universitas Indonesia. Depok.

Krippendorf, 1991

Kusuma, Wijaya 1991. Hubungan antara Agenda Surat Kabar dengan Agenda Anggota DPRD tentang Prioritas Isu Nasional dan Daerah (Studi Agenda-Setting Surat Kabar Kompas Dan Akcaya dengan Anggota DPRD Tingkat I Propinsi Kalimantan Barat). Thesis. Universitas Indonesia. Depok.

Machfudi 1996. Fungsi Kontrol Sosial Media Massa: Analisis Isi Terhadap Rublik Kompasiana dalam Surat Kabar Harian Kompas Tahun 1966-1967. Skripsi. Universitas Indonesia. Depok.

McComb, Maxwell 2006. ‘New Frontiers in Agenda Setting: Agendas of Attributes and Frames’. http://journalism.utexas.edu/sp/groups/public/@commjour/documents/biography/prod75_008205.pdf. diakses pada 27 februari 2009.

McComb, Maxwell. The Agenda-Setting Role of the Mass Media in the Shaping of Public Opinion. http://sticerd.lse.ac.uk/dps/extra/McCombs.pdf. diakses pada 27 februari 2009.

McQuail, Denis 1987. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Edisi kedua Erlangga. Jakarta.

McQuail, Denis dan Sven Wimdahl 1995. Communication Models for the Study of Mass Communication. Longman. London dan New York.

Muis, Abdul 1999. Jurnaslistik Hukum Komunikasi Massa. PT Dharu Anuttama.

Nasution, Zulkarimein 1990. Komunikasi Politik suatu Pengantar. Ghalin Indonesia. Jakarta.

Nimmo, Dan 2000. Komunikasi Politik, Komunikator, Pesan, Media. Penerbit. PT Rosdakarya. Bandung.

Nimmo, Dan 2001. Komunikasi Politik, Khaalyak, dan Efek. Penerbit. PT Rosdakarya. Bandung.

Purnaningsih, Ninuk 2006. Dasar-Dasar Komunikasi. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rakhmat, Jalaludin 2002a. Metode Penelitian Komunikasi. Penerbit PT Rosdakarya. Bandung.

Riswadi, 2000. Isu-Isu Demokratisasi pada Surat Kabar Indonesia Era Orde Baru dan Orde Reformasi (Suatu Analisis Komunikasi Politik dalam Harian Kompas, Merdeka, Dan Republika). Skripsi. Universitas Indonesia. Depok.

Rivers, William L. dan Cleve Mathews 1994. Etika Media Massa dan Kecendrungan Untuk Melanggarnya. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Siahaan, Parlagutan 1997. Hubungan Agenda Media Surat Kabar Kompas dan Surat Kabar Pembaruan dengan Agenda Publik Mahasiswa GMKI. Thesis. Universitas Indoneia. Depok.

Yuniati, Yenni 2002. ‘Pengaruh Berita di Surat Kabar terhadap Persepsi Mahasiswa tentang Politik’ Mediator, Vol. 3 No. 1, hal 71-95.

LAMPIRAN 1

KUESIONER

“Analisis Agenda Setting Surat Kabar Jurnal Bogor Mengenai Berita Politik

(Kasus Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) angkatan 2007,

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Daftar Pertanyaan Bagian I (Karakteristik Responden)

Nama Responden :

Jenis Kelamin : laki-laki / perempuan (coret yang tidak perlu)

Umur :

NRP :

Departemen :

Fakultas :

Angkatan :

Semester :

Nomor telepon :

Alamat :

Berilah tanda silang pada pilihan jawaban anda

1) Tinggal dengan: 1. Orang tua

2. Kost

3. Lainya….

2) Lokasi Tempat Tinggal :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

3) Pendapatan orang tua anda setiap bulannya kira-kira :

1. ≤ Rp 1.000.000

2. Rp. 1.000.000< X < Rp.5.000.000

3. > Rp. 5.000.000

4. Lainnya …………………………

4) Berapakah uang saku anda setiap bulannya kira-kira :

1. ≤ Rp. 300.000 perbulan

2. Rp. 300.000 < X < Rp. 600.000 per bulan

3. > Rp. 600.000 per bulan

4. Lainnya …………………………

Daftar Pertanyaan Bagian II (Keterdedahan Surat Kabar)

Berilah tanda silang pada pilihan jawaban anda

5) Apakah anda pernah membaca surat kabar/koran

a. Ya (lanjut ke pertanyaan no 6)

b. Tidak

Berikan alasan anda :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

6) Apa nama surat kabar yang anda baca, berapa lama anda membaca, dari mana anda mendapatkannya dan jenis berita apa yang anda baca?

Isilah kolom pada tabel berikut ini

Nama Surat Kabar

Frekuensi Membaca (Jam/hari)

Cara Mendapatkan Surat Kabar

Jenis Berita yang Dibaca *

*) berilah angka 1 untuk = jenis berita politik; 2= ekonomi; 3= hukum; 4= kriminal;

5=olah raga; 6=seni. Dan boleh lebih dari satu jawaban

Daftar Pertanyaan Bagian III (Keterdedahan Jurnal Bogor)

Berilah tanda silang salah satu jawaban yang anda pilih dan isilah titik-titik sesuai dengan pendapat anda

7) Apakah anda pernah membaca Surat Kabar Jurnal Bogor?

v Jika Ya :

a. Kapan terakhir anda membaca ? ………………………………………………

b. Jika anda membaca edisi pada bulan april (isi jika anda membaca edisi khusus bulan april, jika tidak, lanjut kepertanyaan 7.c)

· Berapa edisi yang anda baca pada Surat Kabar Jurnal Bogor ?

……..edisi

· Berapa kali anda membaca edisi april Surat Kabar Jurnal Bogor ?

……..kali

· Berapa lama anda meluangkan waktu untuk membaca satu kali membaca surat kabar? ……..menit

· Berapa banyak isi berita yang anda baca ?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

· Hal-hal apa saja yang anda baca saat membaca Surat Kabar Jurnal Bogor ?

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

c. Alasan anda membaca surat kabar jurnal bogor?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

v Jika Tidak pernah membaca, Mengapa?

Alasan :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

a. Apakah anda pernah melihat Surat Kabar Jurnal Bogor?

· Ya

· Tidak

b. Apakah anda pernah mendengar kata “Surat Kabar Jurnal Bogor” sebelumya?

· Ya

· Tidak

Daftar Pertanyaan Bagian IV (Persepsi tentang Jurnal Bogor)

Berilah tanda silang salah satu angka yang menurut anda paling tepat

8) Bagaimana penilaian anda terhadap pemberitaan Surat Kabar Jurnal Bogor

Tidak bias 1 2 3 4 5 bias

Akurat 1 2 3 4 5 tidak akurat

Lengkap 1 2 3 4 5 tidak lengkap

Informatif 1 2 3 4 5 tidak informatif

Mendidik 1 2 3 4 5 tidak mendidik

Terpercaya 1 2 3 4 5 tidak terpercaya

Jujur 1 2 3 4 5 tidak jujur

Jelas 1 2 3 4 5 tidak jelas

Menarik 1 2 3 4 5 tidak menarik

Benar 1 2 3 4 5 tidak benar

9) Dari sepuluh aspek diatas, aspek manakah yang menurut anda paling mewakili pemberitaan Surat Kabar Jurnal Bogor, dan berikan alasannya

Indikator : …………………………………………………………………………..

Alasannya :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

10) Dari sepuluh aspek diatas, aspek manakah yang menurut anda paling Tidak mewakili pemberitaan Surat Kabar Jurnal Bogor, dan berikan alasannya

Indikator : …………………………………………………………………

Alasannya :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Daftar Pertanyaan Bagian V (Agenda Khalayak)

11) Susunlah rangking sejumlah berita berikut ini dari satu (1) untuk topik berita yang paling penting hingga sepuluh (10) untuk topik berita yang paling tidak penting pada di tabel dibah ini :

Daftar Topik Peristiwa Politik Nasional

Rangking

12) Mengapa anda memilih peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang paling penting menurut diri anda?

Alasanya :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

13) Mengapa anda memilih peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang paling Tidak penting menurut diri anda?

Alasanya :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

14) Apakah penting / tidak penting menurut anda terhadap berita politik berikut ini (Coret yang tidak sesuai)

Topik Berita (1)

kepentingan

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

(tambahan berita dari anda)

…………………………………………………………

Penting / Tidak Penting

Topik Berita (2)

kepentingan

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

(tambahan berita dari anda)

…………………………………………………………

Penting / Tidak Penting

Topik Berita (3)

kepentingan

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

(tambahan berita dari anda)

…………………………………………………………

Penting / Tidak Penting

Topik Berita (4)

kepentingan

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

(tambahan berita dari anda)

…………………………………………………………

Penting / Tidak Penting

Topik Berita (5)

kepentingan

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

Penting / Tidak Penting

(tambahan berita dari anda)

…………………………………………………………

Penting / Tidak Penting

Ditulis dalam agenda setting, Bogor, Jawa Barat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.